Helmiati_1910201218 Tips Pengelolaan Keuangan Saat Pandemic COVID-19

TIPS KEUANGAN SAAT PANDEMIC

Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Era Pandemik Covid-19

02 AGUSTUS 2020

Apa Itu Pandemik Covid-19 

Sejak awal tahun 2020, dunia bergelut dengan suatu jenis virus korona baru yakni Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 atau 2019-nCoV. Badan Kesehatan Internasional (World Health Organization/WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan oleh virus korona baru tersebut sebagai COVID-19. Pandemik Covid-19 ialah status tertinggi dari sebuah penyakit menular yang telah menyebar hingga ke seluruh dunia. 

Cara Penularan Covid-19

1. Lewat droplet/percikan saat batuk, bersin atau berbicara. 
2. Kontak fisik dengan orang terinteksi (menyentuh atau jabat tangan).
3. Menyentuh mulut, hidung, mata atau luka terbuka dengan tangan yang terpapar virus. 

Dampak Covid-19 Bagi Keluarga 

1. Krisis moneter global. 
2. Menurunnya penghasilan keluarga. 
3. Pengeluaran tambahan untuk biaya kesehatan. 

Bagaimana Cara Mengelola Keuangan Keluarga Kala Pandemi Covid-19 ?

Kebijakan #DiRumahAja untuk menekan laju kasus baru akibat Covid-19 pada kurun waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan keluarga terutama yang bergantung dengan upah harian mengalami penurunan penghasilan. Saat ini hampir semua lini pekerjaan atau usaha akan terdampak dari kemungkinan penurunan ekonomi akibat Covid-19. Berikut panduan mengelola uang di masa krisis.

  1. Evaluasi sumber penghasilan. Apabila pekerjaan kepala keluarga tidak terdampak secara langsung tetap upayakan untuk melakukan penghematan agar biaya hidup rutin tidak semakin bertambah. Sebaliknya, apabila sumber penghasilan terdampak, penyesuaian anggaran keluarga wajib dilaksanakan
  2. Kedua, menghitung ulang kondisi anggaran keluarga guna mengantisipasi kenaikan biaya-biaya rumah tangga. Prioritas pengeluaran pada pos wajib seperti pembayaran hutang atau cicilan, uang sekolah anak, pembayaran listrik atau kewajiban lain. Pembelian kebutuhan pokok dengan memanfaatkan promo-promo.
  3. Ketiga, gunakan sistem pos alokasi anggaran yang lebih sederhana. Bagi keluarga yang berpenghasilan kurang dari Rp 10 juta, disarankan untuk membagi menjadi tiga pos keuangan, yaitu pengeluaran rumah tangga rutin yang wajib dan pengeluaran rumah tangga rutin yang dapat dihemat.
  4. Keempat, utamakan menyisihkan penghasilan untuk dana darurat sebisa mungkin hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan terutama bagi keluarga yang memiliki tanggungan.
  5. Kelima, melakukan aktivitas-aktivitas produktif yang minim biaya dalam rangka merintis pasif income sehingga dapat memberdayakan orang lain dan menjadi tabungan di masa tua. 
  6. Keenam, apabila dimungkinkan, mengantisipasi kondisi darurat melalui perlindungan keuangan dengan asuransi-asuransi.

Jika Dana Darurat Sangat Minim Bahkan Tidak Ada

  1. Apabila situasi semakin memburuk dan jika diperlukan, maka cara untuk menambah kas dana darurat dengan cepat adalah menjual barang yang bersifat tersier dan jarang dipakai. Opsi gadai melalui lembaga pegadaian resmi seperti PT. Pegadaian dapat dipertimbangkan apabila kondisi mendesak.
  2. Pinjaman dana tunai, Kredit Tanpa Agunan, melalui lembaga perbankan resmi adalah opsi terakhir. Pahami agar tetap waspada dan bijak dalam memutuskan untuk mengambil pinjaman dana tunai ataupun pinjaman daring karena mempertimbangkan bunga pinjaman yang dapat memberatkan keluarga dikemudian hari. Hindari pembelian konsumtif dengan pinjaman. Untuk sementara waktu, tunda dahulu pembelian yang dibantu dengan cicilan berbunga tinggi.

Pilihan Usaha Saat Pandemi Covid-19

  1. Usaha kuliner berupa lauk-lauk atau jamu yang higenis dan siap diantar ke rumah. 
  2. Usaha rempah tradisional, jamu, atau herbal yang fresh dan siap antar. 
  3. Bahan baku makanan seperti sayuran, buah, air minum, sembilan bahan pokok (sembako) yang dapat diantar ke pelanggan hingga rumah mereka. 
  4. Usaha garmen pembuatan masker kain yang unik atau alat pelindung diri (APD) lain. 
  5. Usaha pulsa listrik, telp, internet

Sumber : 
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 2020. 

Komentar