SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS ( STUDI KASUS: PUSKESMAS NGAWEN DAN PUSKESMAS JOGONALAN KABUPATEN KLATEN)

    Program pembangunan kesehatan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna walaupun dalam beberapa hal masih dijumpai hambatan yang mempengaruhi pelaksanaannya. Di Indonesia, indikator derajat dapat dilihat dari : Umur Harapan Hidup, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Angka Kematian Ibu melahirkan, dan Angka Kesakitan / Kematian karena penyakit tertentu serta status gizi masyarakat [1]. 
    Dalam pembangunan bidang kesehatan, hal yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan itu sendiri sehingga program peningkatan derajat kesehatan masyarakat bisa tercapai. Menurut hasil pengamatan dan wawancara dengan petugas puskesmas dan sebagian pasien puskesmas mereka berpendapat bahwa sistem pelayanan kesehatan yang berada di Puskesmas saat ini masih terdapat banyak kekurangan diberbagai bidang diantaranya dalam bidang pemberian informasi kepada pasien yang masih terbatas, masa tunggu pendaftaran pasien sampai pemeriksaan pasien terjadi beberapa kali, pendataan data pasien yang masih menggunakan cara konvensonal yaitu dengan pencatatan di buku
    Pemberian informasi sejak awal kepada pasien adalah hal yang sangat penting, karena informasi itu sangat bermanfaat bagi pasien salah satu contohnya informasi tentang keberadaan dokter Puskesmas. Jika sebelumnya seorang pasien sudah mengetahui ada atau tidaknya dokter yang bertugas sehingga pasien bisa memutuskan apakah jadi mengantre atau tidak. Karena sistem yang berjalan saat ini yaitu seorang pasien begitu datang ke puskesmas langsung menuju tempat antre untuk mendaftar tanpa mencari informasi ada atau tidaknya dokter puskesmas. Kurangnya informasi yang terjadi seperti ini sangat merugikan pasien, karena pasien bisa saja tidak mendapat penanganan perawatan karena dokter sedang tidak bertugas.
    Teknologi informasi saat ini berkembang sangat pesat dalam berbagai bidang, salah satunya perkembangan teknologi informasi dalam bidang kesehatan mulai dari tingkat bawah dalam hal ini puskesmas sampai tingkat atas dalam hal ini rumah sakit. Perkembangan teknologi informasi ini sangat membantu petugas kesehatan dalam pelayanan kesehatan sehingga pelayanan kesehatan bisa maksimal. 
    Pengembangan sistem informasi manajemen puskesmas ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL dan diharapkan bisa digunakan oleh bagian kepala puskesmas untuk melihat hasil pelaporan bulanan, bagian tata usaha ( kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, perlengkapan ) untuk melakukan pendataan data pegawai, data keuangan, data ketatausahaan dan data perlengkapan barang yang ad di puskesmas serta bisa untuk mencetak hasil pelaporan, bagian usaha masyarakat ( promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi, pencegahan dan pemberantasan penyakit, lansia, usaha kesehatan sekolah) untuk melakukan pencatatan hasil kegiatan survei lapangan yang dilakukan, untuk melakukan pencatatan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas dan bisa untuk mencetak hasil pelaporan yang diinginkan, bagian usaha kesehatan ( laboratorium, kesehatan ibu dan anak, balai pengobatan gigi, balai pengobatan umum dan pengelola obat) untuk melakukan pencatatan hasil pemeriksaan, pencatatan obat dan juga bisa digunakan dalam pembuatan pelaporan.

A. Sistem Informasi Manajemen 
Bagian ini berisi kosep dasar sistem informasi yaitu pengertian sistem, informasi, manajemen dan sistem informasi manajemen 
 
Konsep dasar sistem 
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunandari unsur, komponen, atau variabel – variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Definisi umum ini mencakup banyak jenis sistem. Sebagai contoh, suatu sistem yang sangat sederhana seperti pena, mungkin hanya memiliki tiga atau empat komponen perangkat keras. Sebaliknya, sistem kontrol lalu lintas udara terdiri dari ribuan perangkat keras dan lunak, ditambah manusia pemakainya, yang membuat keputusan berdasarkan informasi sistem.

Konsep dasar Informasi 
Informasi adalah data yang telah disusun sedemikian rupa sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang akan menggunakan untuk membuat keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data atau data item. Data adalah kenyataaan yang menggambarkan sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.  

Konsep Dasar Manajemen 
Manajemen adalah proses atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Dalam kegiatan manajemen terdapat tiga jenis kegiatan yaitu kegiatan perencanaan, kegiatan pengorganisasian dan kegiatan pengendalian

B. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen 
Mengacu dari definisi sistem, informasi dan manajemen maka sistem informasi majamenen bisa disimpulkan bahwa tujuan dibentuknya sistem informasi manajemen adalah supaya organisasi dalam memiliki suatu sistem yang dapat diandalkan dalam mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan manajemen, baik yang menyangkut dalam pembuatan keputusan – keputusan rutin maupun keputusan – keputusan stategis. Dengan demikian sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas – tugas organisasi

Konsep Dasar Puskesmas 
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan. Fungsi puskesmas diantaranya seperti berikut: 

  1. Pusat penggerak, pembangunan berwawasan kesehatan. Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. 
  2. Pusat pemberdayaan masyarakat. Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaannya, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.
  3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab puskesmas meliputi:
  • Usaha kesehatan perorangan. Usaha kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan dan sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam puskesmas, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Petugas usaha kesehatan perorangan ini meliputi dokter, perawat dan apoteker.
  • Usaha kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dan sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar puskesmas yaitu dengan melakukan survei langsung ke lapangan. Petugas usaha kesehatan masyarakat tersebut antara lain dokter, dan penyuluh kesehatan. 





DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2007. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2007. Jakarta

Kumorotomo, Wahyudi. 1994. Sistem Informasi Manajemen Dalam Organisasi – Organisasi Publik.     Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 

Pressman, Roger.S. Software Engineering : A Practioner's Approach. 4th . McGrawHill. 1997 

Sommerville, Ian. Software Engineering. 6th. Addison Wesley. 2001. 

Sutarman. 2007. Membangun Aplikasi Web dengan PHP & MySQL. Yogyakarta: Graha Ilmu.  
  

Komentar